{"id":1706,"date":"2020-03-10T20:56:04","date_gmt":"2020-03-10T20:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/fpicdialogue.org\/?p=1706"},"modified":"2021-04-14T21:55:35","modified_gmt":"2021-04-14T21:55:35","slug":"gender-and-inclusivity-in-fpic","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/","title":{"rendered":"Inklusivitas dan Gender dalam PADIATAPA"},"content":{"rendered":"<p class=\"translation-block\">Inklusivitas dapat berdampak positif pada semua elemen proyek ekstraktif - memperkuat lingkungan\nkerja yang saling menghormati dan adil, mendukung kemampuan semua anggota masyarakat untuk\nmengomunikasikan keprihatinan dan minat mereka, dan mempromosikan hubungan yang saling\nmenghormati antara karyawan perusahaan (atau kontraktor) dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sangatlah penting agar perusahaan secara proaktif dan aksesibel terlibat dalam berbagai kegiatan\nkelompok wanita dan pria, termasuk kaum muda - bukan hanya pemimpin masyarakat - untuk\nmenghindari masalah \u201cpenangkapan elit,\u201d disparitas gender, atau dampak yang tidak diinginkan dari\nkelompok yang tidak terwakili atau kurang terwakili dalam suatu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertimbangan Apa yang Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p>Terkadang upaya perusahaan untuk menghormati dan mempromosikan budaya tradisional dalam\nmasyarakat menyulitkan upaya untuk memajukan inklusivitas. Namun, terkadang proyek besar\nmembawa risiko dampak negatif atau meminggirkan mereka yang telah dicabut haknya. Jika sebuah\nperusahaan tidak mengenali kekhawatiran atau konflik internal masyarakat, hal itu dapat meningkat\nmenjadi protes sosial. Sangatlah penting untuk menyadari unsur-unsur kekuasaan yang ada yang\ntercermin dalam bagaimana (dan untuk siapa) hak atas tanah lokal diakui, bagaimana (dan oleh siapa)\nkeuangan dan sumber daya rumah tangga dikelola atau dimiliki, dan bagaimana dampak dan manfaat\nyang terkait dengan pembangunan industri dapat dibiaskan ke seluruh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus menyadari bahwa kehadiran mereka akan membawa dampak budaya. Proyek industri\nmembawa peluang, dampak, dan perubahan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tetapi, jika konteks sosial\ndan dinamika tidak dipahami dengan baik, \u201cpeluang\u201d bagi sebagian orang sebenarnya dapat\nmemperburuk ketidakadilan atau kerentanan yang sudah ada sebelumnya di dalam masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2180\" width=\"563\" height=\"374\" srcset=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg 751w, https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women-300x199.jpg 300w, https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 563px) 100vw, 563px\" \/><figcaption>Kredit foto: Debbie Espinosa, milik Landesa<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Pada saat yang sama, mempromosikan keikutsertaan\ntidak harus dimulai dengan percakapan eksplisit\ntentang mengapa perusahaan atau pemerintah harus\n&quot;mengubah caranya melakukan sesuatu di sini&quot;.\nPerusahaan dapat mendorong perilaku inklusif\ndengan memodelkannya di tempat kerja dan proses\nmereka sendiri, dengan mengakui semua bagian\nmasyarakat sebagai tetangganya, dan dengan secara\naktif berupaya untuk terlibat dan menghasilkan\nmanfaat bagi semua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"translation-block\">Perusahaan dan pemerintah tahu bahwa mereka seharusnya tidak mempengaruhi hak asasi manusia\nsecara negatif. Daripada membidik target yang tidak praktis yaitu &quot;tidak ada dampak&quot;, perusahaan harus\nberkomitmen pada tidak menghasilkan kerugian, dan dengan tujuan melakukan kebaikan. Perusahaan\nyang berkomitmen untuk &quot;tidak merugikan&quot; harus menerjemahkan tujuan ini ke dalam perencanaan\nketerlibatan masyarakatnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Risiko Mengabaikan Inklusivitas?<\/h2>\n\n\n\n<p>Kesetaraan dapat berdampak positif pada semua elemen proyek ekstraktif - memperkuat lingkungan\nkerja yang saling menghormati dan adil, mendukung kemampuan semua anggota masyarakat untuk\nmengomunikasikan keprihatinan dan kepentingan mereka, dan mempromosikan hubungan yang saling\nmenghormati antara karyawan perusahaan (atau kontraktor) dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Keikutsertaan - kaum wanita, pemuda, dan kelompok minoritas atau marginal - tetap menjadi perhatian\npenting, terutama dalam suatu masyarakat di mana mereka mungkin tidak berpartisipasi secara nyata\ndalam pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memasukkan pertimbangan inklusivitas di seluruh praktik perusahaan internal dan eksternal dapat\nmenjadi tantangan karena berbagai alasan. Namun, kegagalan untuk memasukkan sepenuhnya - atau\n&quot;mengutamakan&quot; pertimbangan ini dalam praktik perusahaan dapat membawa risiko yang signifikan.\nKegagalan untuk melindungi dari pelecehan fisik dan seksual - baik di dalam perusahaan maupun oleh\nkaryawan atau kontraktor yang beroperasi di dalam masyarakat - juga membahayakan keselamatan\nmasyarakat dan tenaga kerja. Demikian pula, kesepakatan apa pun yang mencerminkan pencabutan hak\noleh kalangan wanita (atau kalangan muda, atau orang tua, atau kelompok marginal lainnya dalam\nmasyarakat) merupakan potensi kerentanan bagi perusahaan. Jika sekelompok populasi yang signifikan\ndalam suatu masyarakat merasa tidak puas, perusahaan akan menghadapi tantangan, protes, dan\nhambatan lain dalam menjalankan operasi yang produktif. Ketidakpuasan tersebut merupakan penyebab\nutama kerusakan reputasi perusahaan yang dapat dilihat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-pullquote alignleft\"><blockquote class=\"has-text-color has-virtue-primary-light-color\"><p>Menurut penelitian kuantitatif\nDr. Ciaran O\u2019Faircheallaigh\ntentang kondisi negosiasi,\nkonten, dan hasil yang diterima\noleh masyarakat dari 40+\nperjanjian perusahaan-\nmasyarakat di Australia, hasil\nyang baik bagi wanita\ntampaknya berkorelasi dengan\nhasil yang baik untuk seluruh\nmasyarakat.<\/p><\/blockquote><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gender<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun sebagian besar negara memiliki undang-undang\nyang menjamin kesetaraan gender, dalam praktiknya, kalangan\nwanita seringkali dirugikan. Ketika pemahaman tentang\nbagaimana kalangan wanita atau masyarakat marginal terkena\natau mungkin terkena dampak dimasukkan dalam analisis\ndampak sosial, proyek akan berada dalam posisi yang lebih\nkuat untuk memastikan bahwa hak asasi setiap orang\ntercermin dalam proses PADIATAPA.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cGender\u201d terkadang bisa menjadi konsesi yang mudah dalam\nnegosiasi, dan proyek seperti kebun sayur atau proyek tenun\ndapat disalahartikan sebagai sudah memenuhi pertimbangan\nini. Tenaga kerja sektor ekstraktif sebagian besar masih laki-\nlaki, dan budaya perusahaan seringkali memandang dinamika\ngender atau intra-masyarakat sebagai masalah \u201csosial\u201d dalam\nlingkup Departemen Hubungan Manusia atau Masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain memahami potensi dinamika gender atau inklusivitas dalam masyarakat, perusahaan dapat\nmemeriksa peran mereka sendiri dalam dampak dan peluang yang mempengaruhi gender untuk\nmeningkatkan praktik mereka, baik dalam tenaga kerja mereka sendiri maupun dalam keterlibatan\nmasyarakat, termasuk melalui pengembangan dan kepatuhan terhadap kebijakan yang solid tentang\ninklusivitas dan perilaku saling menghormati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dampak yang tidak disengaja terhadap mata pencaharian fisik dan ekonomi kalangan wanita yang\ndisebabkan oleh kegagalan mempertimbangkan masalah gender dapat menciptakan kerentanan lebih\nlanjut. Menurut penelitian kuantitatif Dr. Ciaran O\u2019Faircheallaigh tentang kondisi negosiasi, konten, dan\nhasil yang diterima oleh masyarakat dari 40+ perjanjian perusahaan-masyarakat di Australia, hasil yang\nbaik bagi wanita tampaknya berkorelasi dengan hasil yang baik untuk seluruh masyarakat. Oleh karena\nitu, perusahaan harus berupaya membawa cara pandang yang peka terhadap masalah gender dan\nkerentanan ke dalam penilaian dampak sosial, praktik konsultasi, dan kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pertimbangannya antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Hubungan yang berbeda dengan lahan: sementara pria dan wanita mungkin sama-sama memiliki\ntanggung jawab seputar produksi pangan, kaum pria mungkin lebih cenderung menghasilkan\ntanaman komersial di mana kaum wanita bertanggung jawab atas pertanian subsisten dan\nnutrisi keluarga. Yang terakhir ini mungkin diremehkan - baik oleh perusahaan maupun oleh\nperwakilan kaum pria di masyarakat - ketika kesepakatan dibuat untuk mendukung relokasi\nmasyarakat. Kaum wanita seringkali harus mengakses lahan melalui sistem patriarki di mana\nseorang suami adalah pemilik lahan formal; dia mungkin menerima sedikit atau tidak ada\nkompensasi untuk penjualan lahan tetapi masih memiliki tanggung jawab untuk menyediakan\nnutrisi keluarga. Penggunaan lahan masyarakat untuk pertanian subsisten adalah hal biasa,\ntetapi hal ini jarang diperhitungkan dalam pemberian konsesi atau paket kompensasi. Bahkan\nketika peluang kerja ditawarkan sebagai sarana kompensasi, posisi dengan gaji rendah tidak\nmungkin mengimbangi peningkatan beban penyediaan makanan.<\/li><li>Kaum wanita sering kali terpengaruh secara tidak proporsional oleh gangguan keluarga.&nbsp;<\/li><li>Ketidaksetaraan gender, ras, atau hal lainnya mungkin ada di berbagai bidang: akses ke\ninformasi, kompensasi, pemulihan mata pencaharian, pengambilan keputusan masyarakat, serta\naset dan keuangan.<\/li><li>Di semua masyarakat, peningkatan kekerasan yang dikarenakan oleh gender berkorelasi dengan\ntingkat stres di dalam keluarga, perubahan struktur kekuasaan, dan peningkatan akses ke uang\ntunai.<\/li><li>Kaum wanita dan masyarakat marginal seringkali memiliki akses yang lebih sedikit ke pemulihan.<\/li><li>Beberapa upaya yang bermaksud baik memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan. Misalnya,\nbahasa netral gender seringkali memungkinkan pengucilan kaum wanita secara tidak langsung.\nDemikian pula, kuota atau aturan kuorum tanpa persyaratan untuk partisipasi yang berarti oleh\nkaum wanita atau kelompok marginal dapat mempertahankan status quo di mana kelompok\ntersebut kurang terwakili.<\/li><li>Dampak dan lembaga dapat berbeda dari budaya satu ke budaya lain dan bahkan dari lokasi\nsatu ke lokasi lain; perusahaan tidak boleh melihat wanita sebagai &quot;korban&quot; yang homogen.<\/li><li>Tradisi berbasis gender ada di berbagai budaya, dan membutuhkan pemahaman akan hak dan\ntanggung jawab masing-masing gender dalam sebuah rumah tangga dan\nmempertimbangkannya selama perubahan, gangguan, pemukiman kembali, atau acara lainnya.\nSecara khusus, sangatlah penting untuk memahami melalui analisis yang cermat apakah suatu\nadat istiadat secara aktif mempromosikan ketidaksetaraan (atau jika hal itu hanyalah perbedaan\nbudaya yang tidak berbahaya), dan kesesuaian untuk menjadi perantara perubahan dalam\npraktik lokal (secara sensitif, hanya jika benar-benar dibutuhkan, dan dengan pemikiran\nsebelumnya tentang kemungkinan munculnya konsekuensi yang tidak diinginkan). Bekerja dalam konteks budaya yang sudah ada bisa menjadi proposisi yang rumit, terutama ketika perusahaan\nBarat memasuki ruang budaya dengan tradisi dan perspektif yang berbeda (misalnya, di mana\nperan kaum wanita kurang atau terbatas). Meskipun perusahaan dan LSM tidak ingin terlihat\nmenyerang budaya daerah, mereka mungkin ingin menciptakan peluang bagi kaum wanita untuk\nmemainkan peran baru atau memimpin pengambilan keputusan, atau memperluas potensi\nperan yang dapat dimainkan kaum pria. Perusahaan dapat membantu masyarakat untuk\nmerangkul keikutsertaan dalam jangka panjang dengan menunjukkan manfaat dari\nmendapatkan masukan dari berbagai perspektif, bukan dengan mendikte budaya lokal.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Praktik Yang Baik Itu?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sangatlah penting bahwa perusahaan secara proaktif dan aksesibel terlibat dengan berbagai kelompok\nkaum wanita dan laki-laki, termasuk kalangan muda - tidak hanya pemimpin masyarakat, terutama dalam\nkaitannya dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Penyebaran informasi<\/li><li>Pengaturan dan mekanisme konsultasi<\/li><li>Mekanisme pembuatan kesepakatan<\/li><li>Pengaturan manfaat<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Beberapa praktik yang baik untuk perusahaan yang menerapkan lensa inklusivitas pada keterlibatan\nmasyarakat meliputi:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/woman_green_wall.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2179\" width=\"525\" height=\"349\" srcset=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/woman_green_wall.jpg 700w, https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/woman_green_wall-300x199.jpg 300w, https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/woman_green_wall-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 525px) 100vw, 525px\" \/><figcaption>Kredit foto: Debbie Espinosa, milik Landesa<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mengadakan pertemuan khusus wanita, khusus muda-mudi, atau jenis pertemuan serupa untuk\nkelompok marginal lainnya untuk memastikan bahwa suara mereka dapat didengar.<\/li><li>Menyelenggarakan acara masyarakat sedemikian rupa sehingga memungkinkan partisipasi dari\nkelompok marginal (misalnya, memungkinkan partisipasi kaum wanita dengan mengadakan\npertemuan diluar waktu mereka untuk menjalankan tanggung jawab keluarga, menyediakan\nperawatan anak, dll.). Pertemuan konsultasi masyarakat juga dapat memiliki agenda tetap untuk\nmengangkat masalah kaum wanita, kalangan muda, atau kelompok lain.<\/li><li>Membuat mekanisme dan tindakan yang secara khusus menangani masalah kaum wanita,\nmisalnya menggunakan alat perbankan elektronik atau transfer uang dan layanan perbankan\nmelalui ponsel untuk membayar kaum wanita secara langsung; dan memprioritaskan akses ke\nsumber daya penting, seperti lahan untuk pertanian subsisten, air, dan kegiatan rumah tangga\nlainnya yang mungkin menjadi tanggung jawab utama kaum wanita.\u00a0<\/li><li>Menetapkan dan mensosialisasikan mekanisme keterlibatan (serta mekanisme pengaduan), dan\nmemastikan bahwa mekanisme tersebut dapat diakses - dengan cara yang praktis - oleh kaum\nwanita dalam masyarakat. Hal ini dapat mencakup mempekerjakan lebih banyak wanita untuk\ntim hubungan masyarakat, pelatihan sensitif gender untuk tim hubungan masyarakat, dan\nmenempatkan kantor hubungan masyarakat di tempat yang nyaman bagi wanita untuk\nmengaksesnya.<\/li><li>Kampanye informasional yang ditargetkan kepada kaum wanita, pria, pemuda, lansia, atau\nkomunitas minoritas lainnya untuk mencari dan menegaskan dukungan dari semua penjuru.<\/li><li>Mengumpulkan data berdasarkan jenis kelamin dapat membantu pemahaman yang lebih baik\ntentang dampak dan manfaat serta membantu pengambilan keputusan dan kesepakatan yang\nlebih baik.<\/li><li>Dalam penilaian dampak lingkungan, sosial, dan kesehatan, latihan pemetaan lahan dengan\nkaum wanita dan pria, serta \u201cpemetaan tanggung jawab\u201d di tingkat rumah tangga, dapat menjadi\nalat yang berguna untuk memahami masalah yang terkait dengan hak kaum wanita atas tanah,\npenggunaan lahan, tanggung jawab ekonomi dan potensi kerentanan yang terkait dengan lahan;\nserta pertimbangan potensial untuk perencanaan yang peka akan masalah gender.<\/li><li>Perusahaan harus secara eksplisit menerangkan bagaimana proyek akan berdampak berbeda\npada kaum wanita dan pria (dan\nsubkelompok seperti pemuda, lansia,\ndll.) - dan memperhatikan bagaimana\nstruktur kekuasaan di sekitar\nketerlibatan, tunjangan, hak atas tanah,\ndan manajemen keuangan dapat\nmemengaruhi kemampuan kaum wanita\nuntuk memberikan manfaat informasi,\nberbagi kekhawatiran, dan memahami\nefek proyek. Kaum wanita perlu diberi\ninformasi yang benar dan dilibatkan\ndalam proses pengambilan keputusan.\u00a0<\/li><li>Dalam banyak situasi, sangatlah penting untuk mensosialisasikan kaum pria dan orang lain\ndalam posisi kepemimpinan tentang manfaat dari kegiatan memastikan terpenuhinya kebutuhan\nkelompok lain melalui metode seperti kesadaran hak dan tanggung jawab dan kampanye\ninformasi; misalnya, keluarga secara keseluruhan akan mendapat manfaat dari peningkatan\nkapasitas penghasilannya.<\/li><li>Meskipun ada tantangan seputar menciptakan peluang bagi kaum wanita, pemuda, dan lainnya\nuntuk memainkan peran baru, mungkin ada peluang serupa untuk mengimbangi keprihatinan\nmasyarakat dengan juga menciptakan peluang baru bagi mereka yang saat ini berada dalam\nkepemimpinan.<\/li><li>Filosofi perusahaan yang baik adalah &quot;mereka yang paling terpengaruh oleh operasi haruslah\norang yang paling diuntungkan&quot;.\u00a0<\/li><\/ul>\n\n\n<p><!--EndFragment--><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inclusivity can positively impact all elements of an extractive project \u2013 reinforcing a respectful and equitable work environment, supporting the ability of all community members to communicate their concerns and &hellip; <a class=\"kt-excerpt-readmore\" href=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/\" aria-label=\"Inklusivitas dan Gender dalam PADIATAPA\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","kt_blocks_editor_width":"","_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","footnotes":""},"categories":[70,55],"tags":[67],"class_list":["post-1706","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fpic-dialogue","category-resources","tag-pre-permitting"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Inclusivity can positively impact all elements of an extractive project \u2013 reinforcing a respectful and equitable work environment, supporting the ability of all community members to communicate their concerns and &hellip; Read More\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"FPIC Solutions Dialogue\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-10T20:56:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-04-14T21:55:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"resolvefpic\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"resolvefpic\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"resolvefpic\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a\"},\"headline\":\"Inclusivity and Gender in FPIC\",\"datePublished\":\"2020-03-10T20:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-14T21:55:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/\"},\"wordCount\":1825,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/three_women.jpg\",\"keywords\":[\"Pre-Permitting\"],\"articleSection\":[\"FPIC Dialogue\",\"Resources\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/\",\"name\":\"Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/three_women.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-10T20:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2021-04-14T21:55:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/three_women.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/three_women.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/es\\\/gender-and-inclusivity-in-fpic\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Inclusivity and Gender in FPIC\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/\",\"name\":\"FPIC Solutions Dialogue\",\"description\":\"Free, prior and informed consent (FPIC) - an internationally recognized indigenous right\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a\",\"name\":\"resolvefpic\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"resolvefpic\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/fpicdialogue.org\\\/id\\\/author\\\/resolvefpic\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue","og_description":"Inclusivity can positively impact all elements of an extractive project \u2013 reinforcing a respectful and equitable work environment, supporting the ability of all community members to communicate their concerns and &hellip; Read More","og_url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/","og_site_name":"FPIC Solutions Dialogue","article_published_time":"2020-03-10T20:56:04+00:00","article_modified_time":"2021-04-14T21:55:35+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"resolvefpic","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"resolvefpic","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/"},"author":{"name":"resolvefpic","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/#\/schema\/person\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a"},"headline":"Inclusivity and Gender in FPIC","datePublished":"2020-03-10T20:56:04+00:00","dateModified":"2021-04-14T21:55:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/"},"wordCount":1825,"image":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg","keywords":["Pre-Permitting"],"articleSection":["FPIC Dialogue","Resources"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/","url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/","name":"Inclusivity and Gender in FPIC - FPIC Solutions Dialogue","isPartOf":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg","datePublished":"2020-03-10T20:56:04+00:00","dateModified":"2021-04-14T21:55:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/#\/schema\/person\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#primaryimage","url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg","contentUrl":"https:\/\/fpicdialogue.org\/wp-content\/uploads\/three_women.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/es\/gender-and-inclusivity-in-fpic\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/fpicdialogue.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inclusivity and Gender in FPIC"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/#website","url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/","name":"Dialog Solusi PADIATAPA\u00a0","description":"Free, prior and informed consent (FPIC) - an internationally recognized indigenous right","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/fpicdialogue.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/fpicdialogue.org\/#\/schema\/person\/e392eaf04f3fa307efef3471a0a8c72a","name":"resolvefpic","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/16ca0349a5ff5c4b4a32d521ee7b1cc308f5c59f6ca917fc1ec97abad3afbc0d?s=96&d=mm&r=g","caption":"resolvefpic"},"url":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/author\/resolvefpic\/"}]}},"taxonomy_info":{"category":[{"value":70,"label":"FPIC Dialogue"},{"value":55,"label":"Resources"}],"post_tag":[{"value":67,"label":"Pre-Permitting"}]},"featured_image_src_large":false,"author_info":{"display_name":"resolvefpic","author_link":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/author\/resolvefpic\/"},"comment_info":"","category_info":[{"term_id":70,"name":"FPIC Dialogue","slug":"fpic-dialogue","term_group":0,"term_taxonomy_id":70,"taxonomy":"category","description":"","parent":55,"count":10,"filter":"raw","cat_ID":70,"category_count":10,"category_description":"","cat_name":"FPIC Dialogue","category_nicename":"fpic-dialogue","category_parent":55},{"term_id":55,"name":"Resources","slug":"resources","term_group":0,"term_taxonomy_id":55,"taxonomy":"category","description":"","parent":0,"count":26,"filter":"raw","cat_ID":55,"category_count":26,"category_description":"","cat_name":"Resources","category_nicename":"resources","category_parent":0}],"tag_info":[{"term_id":67,"name":"Pre-Permitting","slug":"pre-permitting","term_group":0,"term_taxonomy_id":67,"taxonomy":"post_tag","description":"","parent":0,"count":6,"filter":"raw"}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1706"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2181,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1706\/revisions\/2181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpicdialogue.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}